Komitmen Pondok Pesantren Agro Nuur El Falah Dharma Lestari dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak terus diperkuat. Setelah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Salatiga mengenai pengembangan Pesantren Ramah Anak, pondok pesantren menggelar Deklarasi Anti Kekerasan yang diikuti seluruh santri di Masjid Jami’ Dharma Lestari.

Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Aprilian Ria Adisti, M.Pd., dosen sekaligus Kepala PSGA UIN Salatiga, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kekerasan dapat terjadi di mana saja, kapan saja, dan dapat menimpa siapa saja. Bentuknya pun beragam, mulai dari kekerasan fisik, psikis, perundungan (bullying), hingga kekerasan seksual.

“Kekerasan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Ketika menjadi korban maupun mengetahui adanya tindakan kekerasan, jangan takut untuk berbicara dan melapor kepada orang atau pihak yang dipercaya. Keberanian untuk speak up merupakan langkah awal untuk menghentikan kekerasan,” ujarnya.

Ia juga mengajak para santri untuk saling menghormati, menjaga batasan dalam berinteraksi, serta membangun budaya kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan yang aman merupakan tanggung jawab seluruh warga pesantren, bukan hanya pengelola atau pendidik.

Selain memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan dan langkah pencegahannya, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan keberanian santri untuk menyampaikan atau melaporkan apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan kekerasan. Edukasi tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman, terlindungi, dan memperoleh pendampingan ketika menghadapi situasi yang mengancam.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan Deklarasi Anti Kekerasan oleh seluruh santri sebagai wujud komitmen bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan serta mewujudkan budaya pesantren yang aman, inklusif, dan menghargai martabat setiap individu.

Melalui kolaborasi dengan PSGA UIN Salatiga, Pondok Pesantren Agro Nuur El Falah Dharma Lestari berharap implementasi program Pesantren Ramah Anak tidak berhenti pada kertas MoU, tetapi diwujudkan melalui berbagai program edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan sehingga tercipta lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan, perundungan, maupun kekerasan seksual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *