SMP Dharma Lestari kembali melaksanakan ujian praktik bagi siswa kelas IX, kali ini pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Ujian praktik ini bertujuan untuk mengukur pemahaman sekaligus keterampilan siswa dalam mengamalkan ibadah sehari-hari, khususnya yang telah diajarkan selama proses pembelajaran.


Materi yang diujikan dalam ujian praktik PAI meliputi pelaksanaan sholat Subuh beserta doa qunut, sujud sahwi, serta praktik sholat jenazah. Setiap siswa diuji secara langsung untuk mempraktikkan tata cara ibadah tersebut dengan baik dan benar, mulai dari bacaan, gerakan, hingga ketertiban dalam pelaksanaannya.

Dalam pelaksanaannya, para siswa dan siswi SMP Dharma Lestari mampu mengikuti ujian praktik dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari latar belakang mereka sebagai santri Pondok Pesantren Agro Nuur El Falah, di mana pendidikan dan pembiasaan keagamaan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan dasar tersebut, mayoritas siswa sudah terbiasa melaksanakan ibadah dengan benar, sehingga ujian praktik dapat dijalani dengan lancar.

Selama ujian berlangsung, suasana terlihat tertib dan khidmat. Para siswa menunjukkan kesungguhan dalam mempraktikkan setiap materi yang diujikan. Bacaan yang dilantunkan terdengar jelas dan gerakan yang dilakukan pun sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan. Hal ini menjadi indikator bahwa pembelajaran PAI di SMP Dharma Lestari berjalan dengan efektif dan aplikatif.
Ujian praktik ini diuji langsung oleh Ibuk Kholifatus Sholihah, S.Pd. dan Bapak Muhammad Dhofari, S.Pd., yang dengan teliti menilai setiap aspek dari pelaksanaan ibadah siswa. Keduanya memberikan arahan serta penilaian secara objektif demi memastikan setiap siswa mendapatkan hasil yang sesuai dengan kemampuannya.

Secara keseluruhan, ujian praktik PAI kelas IX SMP Dharma Lestari berjalan dengan baik dan lancar. Hasil yang diperoleh siswa pun tergolong memuaskan, mencerminkan kesiapan mereka dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Diharapkan melalui ujian praktik ini, siswa tidak hanya memperoleh nilai akademik yang baik, tetapi juga semakin memperkuat keimanan dan ketakwaan mereka. Dengan bekal ilmu agama yang kuat, para siswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang berakhlak mulia serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *