
SALATIGA – Yayasan Dharma Lestari mulai mematangkan persiapan Penerimaan Santri Baru (PSB) Tahun Ajaran 2027/2028. Berbeda dari penerimaan pada umumnya, PSB tahun ini akan dibuka lebih awal, yakni mulai 1 Oktober 2026, dengan skema tiga gelombang serta program inden.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat PSB Yayasan Dharma Lestari yang berlangsung di Ruang Rapat Yayasan Dharma Lestari, Selasa (8/9/2026). Rapat dipimpin Sekretaris Yayasan Dharma Lestari, Ibu Luluk Indah Vajriyanti, S.Pd.Kom., dan dihadiri para kepala unit di lingkungan yayasan.
Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai strategi dan kesiapan pelaksanaan PSB Tahun Ajaran 2027/2028. Salah satu hasil rapat menetapkan bahwa pendaftaran akan mulai dibuka pada 1 Oktober 2026.
PSB akan dilaksanakan dalam tiga gelombang. Selain itu, yayasan juga menyiapkan program inden bagi calon santri yang ingin melakukan pendaftaran lebih awal. Setiap gelombang maupun program inden akan memiliki fasilitas masing-masing sebagai bentuk apresiasi dan kemudahan bagi calon santri.

Tak hanya menawarkan kemudahan dalam proses pendaftaran, Yayasan Dharma Lestari juga menyiapkan berbagai program beasiswa bagi calon santri. Beasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen yayasan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas sekaligus menjaring calon santri yang memiliki potensi dan prestasi.
Perwakilan Dewan Pengasuh, Bapak Slamet Maghfudz, menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap keputusan yayasan untuk memulai PSB lebih awal. Menurutnya, percepatan persiapan perlu diiringi dengan perhatian terhadap kualitas.
“Kami mendukung dan mengapresiasi PSB yang dilaksanakan lebih awal. Fokus kita bukan hanya meningkatkan kuantitas, tetapi juga kualitas,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan PSB tidak cukup diukur dari jumlah santri baru yang diterima. Kualitas calon santri serta kesiapan seluruh unit dalam memberikan pelayanan juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan, terutama dalam lingkup pondok pesantren.
Ia juga meminta persiapan Anefsa Fest dilakukan secara lebih matang. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi dan keunggulan Yayasan Dharma Lestari kepada masyarakat.
Selain itu, kesiapan Pondok Pesantren dalam menerima kunjungan calon wali santri menjadi perhatian. Menurutnya, survei yang dilakukan calon wali santri merupakan momentum penting karena mereka akan melihat secara langsung kondisi dan kehidupan di pondok.
“Pondok harus lebih bertanggung jawab ketika ada wali santri yang mau survei, karena mereka akan melihat langsung bagaimana kondisi dan kehidupan di pondok,” pesannya.
Dengan dibukanya PSB sejak 1 Oktober 2026, Yayasan Dharma Lestari berharap calon santri dan wali santri memiliki waktu yang lebih panjang untuk mengenal program pendidikan, lingkungan pondok, serta berbagai fasilitas yang ditawarkan.
Persiapan lebih awal tersebut sekaligus menjadi langkah yayasan untuk membangun proses penerimaan santri baru yang lebih terencana, transparan, dan berorientasi pada kualitas.