Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual: Wujudkan Pesantren yang Ramah dan Bebas Kekerasan Seksual
Pada Selasa, 14 Juli 2026, Yayasan Dharma Lestari bersama Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah serta SMP dan SMK SPP Dharma Lestari kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Pengenalan Lingkungan Pondok (MPLP) dengan menghadirkan narasumber dari UIN Salatiga, Dr. Aprilian Ria Adista, M.Pd. Materi yang disampaikan mengangkat tema “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual: Wujudkan Pesantren yang Ramah dan Bebas Kekerasan Seksual.”


Dalam penyampaian materinya, Dr. Aprilian Ria Adista, M.Pd. menjelaskan pentingnya membangun lingkungan pesantren dan sekolah yang aman, nyaman, serta menjunjung tinggi nilai saling menghormati. Para santri dan peserta didik baru diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya kekerasan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan melalui sikap saling menjaga, menghargai batasan diri dan orang lain, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Selain membahas upaya pencegahan, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai penanganan apabila terjadi dugaan atau tindakan kekerasan seksual. Materi ini menekankan pentingnya keberanian untuk melapor melalui mekanisme yang berlaku, memberikan dukungan kepada korban, serta tidak melakukan tindakan yang dapat menyalahkan atau merugikan pihak yang menjadi korban. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan seksual merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah dan pesantren.
Di akhir sesi, Dr. Aprilian Ria Adista, M.Pd. mengajak seluruh santri dan peserta didik baru mengikuti Deklarasi Anti Kekerasan sebagai bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah, SMP, dan SMK SPP Dharma Lestari yang ramah, aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Deklarasi tersebut menjadi simbol tekad seluruh peserta untuk saling menghormati, menjaga martabat sesama, serta menciptakan budaya yang positif dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri dan peserta didik baru memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, serta mampu menjadi bagian dari terwujudnya lingkungan pendidikan yang berkarakter, penuh rasa hormat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

