Malam mulai sunyi, aktivitas pesantren perlahan mereda. Para santri bersiap beristirahat, namun sebelum terlelap, mereka berkumpul untuk menutup hari dengan doa malam. Tangan-tangan terangkat, lantunan doa mengalun lembut, memohon perlindungan, ketenangan hati, serta keberkahan ilmu yang telah dipelajari sepanjang hari. Suasana terasa hangat dan menenangkan, seakan setiap doa menjadi penguat sebelum mata terpejam

Usai doa, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan santri. Barisan tertata rapi, memastikan semua dalam keadaan aman dan lengkap. Momen sederhana ini bukan hanya soal absensi, tetapi juga bentuk kepedulian, disiplin, dan kebersamaan yang terus dijaga dalam kehidupan pesantren.

Ketika pengecekan usai, suasana kembali hening. Para santri kembali ke tempat istirahat masing-masing dengan hati yang lebih tenang. Doa telah dipanjatkan, kebersamaan telah dirasakan, dan malam pun menjadi waktu beristirahat yang penuh makna. Dalam keheningan itu, tersimpan harapan baru untuk esok hari — semangat menuntut ilmu, memperbaiki diri, dan melangkah lebih baik lagi di jalan yang penuh keberkahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *