
Kegiatan sambangan santri di Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah pada tanggal 15 Februari 2026 berlangsung dengan penuh khidmat, kebersamaan, dan nuansa kekeluargaan yang hangat. Sejak pagi hari, tepat pukul 08.00 WIB, para santri, asatidz, serta wali santri telah berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan spiritual yang menjadi pembuka acara sambangan.
Kegiatan diawali dengan sholat hajat bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon keberkahan, kemudahan, serta keselamatan bagi seluruh keluarga besar pesantren. Suasana khusyuk terasa ketika doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap. Setelah itu dilanjutkan dengan sholat dhuha yang semakin menambah ketenangan hati, sekaligus menjadi wujud rasa syukur atas nikmat kesehatan, ilmu, dan kebersamaan.
Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan istighosah dan pembacaan tahlil bersama. Lantunan dzikir dan doa menggema, menciptakan suasana spiritual yang mendalam. Momentum ini tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga mempererat ukhuwah antara santri, asatidz, dan wali santri yang hadir.

Setelah rangkaian doa, kegiatan dilanjutkan dengan ngaji kitab tafsir Al-Qur’an. Para santri mengikuti kajian dengan penuh perhatian, menyimak penjelasan makna ayat-ayat Al-Qur’an yang disampaikan oleh beliau pengasuh pondok pesantren Agro Nuur El-Falah Bpk Kyai Muhammad Muhibbur Rohman S.Pd.I Kajian ini menjadi pengingat pentingnya memahami Al-Qur’an tidak hanya dari bacaan, tetapi juga dari makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya.
Suasana semakin hangat ketika memasuki pembacaan mahalul qiyam yang dilaksanakan bersama antara santri dan wali santri. Lantunan sholawat yang dibaca bersama menghadirkan nuansa religius sekaligus kebersamaan yang kuat, mencerminkan hubungan erat antara pesantren dan para wali santri.

Sebagai penutup, dilaksanakan sambangan santri atau penjengukan santri oleh wali masing-masing. Momen ini menjadi waktu yang sangat dinantikan, karena para santri dapat bertemu keluarga, berbagi cerita, serta melepas rindu. Suasana haru, bahagia, dan penuh kekeluargaan terlihat jelas, mencerminkan eratnya hubungan antara pesantren, santri, dan orang tua.
Kegiatan sambangan ini bukan hanya sekadar agenda rutin, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi, meningkatkan semangat belajar santri, serta meneguhkan kebersamaan dalam lingkungan pesantren. Diharapkan kegiatan seperti ini terus membawa keberkahan dan semakin mempererat hubungan antara seluruh keluarga besar pesantren.