Menyambut Turunnya Wahyu, Menanam Keberkahan di Kalbu
​Di antara gemericik air dan hamparan hijau Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah, malam ini terasa berbeda. Langit 17 Ramadan 1447 H menjadi saksi bisu dari peristiwa agung, saat Nur (cahaya) Ilahi pertama kali menyapa dunia melalui lisan Baginda Nabi Muhammad SAW.

Sebagaimana benih yang membutuhkan air untuk tumbuh, jiwa kita membutuhkan Al-Qur’an untuk terus bersemi. Di pesantren ini, kami belajar bahwa menjaga alam adalah bagian dari mengamalkan ayat-ayat-Nya yang tercipta.

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar (QS. Al-Isra: 9)

​Keluarga Besar Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah mengucapkan:
​Selamat Memperingati Malam Nuzulul Qur’an
​17 Ramadan 1447 H
​Mari kita jadikan momentum ini untuk
​Meresapi kembali setiap makna ayat dalam setiap langkah pengabdian.
​Membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kemandirian pangan dan akhlak mulia.
​Mengetuk pintu langit agar keberkahan senantiasa mengalir bagi umat dan negeri.
​Semoga Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan di lisan, tapi menjadi ruh yang menghidupkan setiap jengkal tanah yang kita pijak dan setiap amal yang kita tanam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *