Setiap malam Ramadhan, suasana di Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah terasa begitu khidmat dan menenangkan. Setelah rangkaian sholat Isya dan sholat Tarawih selesai ditunaikan, para santri dan jamaah tidak langsung beranjak dari safnya. Mereka tetap duduk rapi, menyimak dengan penuh perhatian momen yang selalu dinanti—kultum yang disampaikan oleh imam Tarawih.

Dalam suasana masjid yang hangat dan diterangi cahaya lampu malam, imam Tarawih menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna. Materi kultum biasanya berkaitan dengan keutamaan bulan Ramadhan, pentingnya menjaga keikhlasan dalam beribadah, adab dalam menuntut ilmu, hingga ajakan untuk memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian yang tenang dan menyentuh hati membuat jamaah larut dalam perenungan.

Para santri menyimak dengan penuh perhatian. Ada yang menundukkan kepala sambil merenung, ada pula yang mencatat poin-poin penting sebagai pengingat. Kultum tersebut menjadi momen refleksi diri setelah melaksanakan ibadah malam, sekaligus penguat semangat untuk terus memperbaiki diri selama bulan suci.

Tradisi kultum setelah Tarawih ini menjadi bagian penting dari pembinaan spiritual di Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah. Bukan hanya sebagai tambahan ilmu, tetapi juga sebagai sarana membangun kedisiplinan, kebersamaan, dan kedekatan para santri dengan nilai-nilai keislaman.

Di bawah langit Ramadhan yang penuh berkah, setiap nasihat yang disampaikan menjadi cahaya penerang hati. Malam-malam di pondok pun terasa semakin bermakna, dipenuhi ibadah, ilmu, dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *