Pict: Pembacaan Ikrar Santri ketika Upacara

IKRAR SANTRI PONDOK PESANTREN AGRO NUUR EL-FALAH PULUTAN SALATIGA

Isi dari Ikrar Santri

PASAL 1

PASAL 1

SELALU DAN SENANTIASA BERTAQWA KEPADA ALLAH SWT

Penjabaran

Takwa merupakan landasan utama dalam kehidupan seorang santri. Takwa berarti menjalankan segala perintah Allah Swt. dan menjauhi seluruh larangan-Nya dengan penuh keimanan serta keikhlasan. Berdasarkan prinsip tersebut, setiap santri hendaknya menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup dalam setiap aktivitas. Selaras dengan itu, nilai-nilai takwa harus diwujudkan secara konsisten, baik ketika belajar, beribadah, bekerja, maupun bermasyarakat. Dengan demikian, kehidupan santri akan senantiasa berada dalam tuntunan Allah Swt. dan mencerminkan akhlak yang mulia.

Sikap takwa diwujudkan dengan:

  • Menjaga shalat lima waktu.
  • Memperbanyak ibadah sunnah.
  • Menjauhi maksiat.
  • Menjaga lisan, hati, dan perbuatan.
  • Senantiasa merasa diawasi Allah SWT (muraqabah).

Dalil Al-Qur’an:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ۝١٠٢

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”(QS. Ali ‘Imran [3]: 102)

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ۝١٣

Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti..(QS. Al-Hujurat [49]: 13)

Hadis:

Rasulullah ﷺ bersabda:

 اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا ، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

 “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapusnya, dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.(HR. At-Tirmidzi no. 1987)

PASAL 2

AKAN SELALU MENJUNJUNG TINGGI AHLAQUL KARIMAH

Penjabaran

Akhlakul karimah merupakan cerminan keimanan seorang muslim. Sebagai wujud keimanan, setiap santri wajib menghormati Allah Swt., Rasulullah ﷺ, kedua orang tua, guru, sesama santri, masyarakat, serta menjaga lingkungan. Selaras dengan itu, akhlak yang baik tidak hanya dipahami sebagai nilai yang harus dimiliki, melainkan juga harus tercermin dalam ucapan, sikap, dan perilaku sehari-hari. Dengan demikian, setiap santri diharapkan mampu membiasakan diri berperilaku mulia dalam setiap aspek kehidupan.

Bentuk pelaksanaannya:

  • Berkata jujur.
  • Amanah.
  • Rendah hati (tawadhu’).
  • Menghormati guru.
  • Menghargai teman.
  • Sopan santun.
  • Menjaga ukhuwah Islamiyah.

Dalil Al-Qur’an:

 وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ ۝٤

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.”(QS. Al-Qalam [68]: 4)

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ ۝٢٤

Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”(QS. Al-Isra’ [17]: 24)

Hadis:

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”(HR. Ahmad no. 8952)

Disebutkan juga dalam Hadis lainnya:

: أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”(HR. At-Tirmidzi no. 1162)

PASAL 3

NIAT, TULUS, IKHLAS DALAM MENCARI ILMU DAN RIDHA ALLAH SWT

Penjabaran

Sepatutnya kita memahami bahwa ilmu merupakan ibadah apabila diniatkan karena Allah SWT. Santri harus membersihkan niat dari tujuan duniawi semata seperti ingin dipuji, memperoleh kedudukan, atau keuntungan pribadi. Tujuan utama menuntut ilmu adalah mengharap ridha Allah SWT dan mengamalkan ilmu demi kemaslahatan umat.

Pelaksanaannya:

  • Belajar dengan sungguh-sungguh.
  • Menghormati guru.
  • Mengamalkan ilmu.
  • Mengajarkan ilmu kepada orang lain.
  • Menjauhi sifat riya’.

Dalil Al-Qur’an:

 وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ ۝٥

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena agama.”(QS. Al-Bayyinah [98]: 5)

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِࣖ ۝٩

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran. (QS. Az-Zumar [39]: 9)

Hadis:

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوْلِهِ إِلَى اللهِ وَرَسُوُلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ       

“Amal sesungguhnya itu tergantung pada niatnya, sedangkan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya. Maka, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin diraih atau wanita yang ingin dinikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya.” (HR. Al-Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)

Hadis lain:

 مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”(HR. Muslim no. 2699)

PASAL 4

TAAT, TERTIB, DAN TERATUR DALAM MENJALANKAN KEHIDUPAN

Penjabaran

Kedisiplinan merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter santri. Oleh karena itu, setiap santri wajib menaati perintah Allah Swt., Rasulullah ﷺ, pimpinan pondok, guru, serta seluruh tata tertib pesantren selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Selain itu, kepatuhan terhadap aturan harus diwujudkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kedisiplinan akan menjadi kebiasaan yang membentuk pribadi santri yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia.

Pelaksanaannya:

  • Disiplin waktu.
  • Mematuhi peraturan pondok.
  • Menjaga kebersihan.
  • Menghormati jadwal kegiatan.
  • Menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.Dalil Al-Qur’an:

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًاࣖ ۝٥٩

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).“(QS. An-Nisa’ [4]: 59)

Hadis:

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِه

“Ingatlah, Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya……” (HR. Al-Bukhari no. 7138 dan Muslim no. 1829)

PASAL 5

RAJIN, RAPI, DAN TERAMPIL DALAM SEGALA HAL

Penjabaran

Seorang santri harus memiliki etos kerja yang tinggi, mencintai kebersihan, ketelitian, serta mengembangkan keterampilan yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa. Nilai ini sangat relevan dengan karakter pesantren agro yang menanamkan kemandirian dan produktivitas.

Pelaksanaannya:

  • Rajin belajar dan bekerja.
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
  • Merawat fasilitas pondok.
  • Mengembangkan keterampilan hidup (life skill).
  • Bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab.

Dalil Al-Qur’an:

وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ ۝١٠٥

“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan.”(QS. At-Taubah [9]: 105)

Hadis:

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي)

” Dari Aisyah RA, Ia Berkata: Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia menyempurnakannya.”(HR. Atthobrani dan Al-Baihaqi)

Hadis lain:

الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ

“Kebersihan adalah sebagian dari iman.”  (HR. Muslim no. 223)

PASAL 6

ISTIQAMAH DALAM BERIBADAH

Penjabaran

Istiqamah adalah keteguhan hati dalam menjalankan ibadah secara terus-menerus, meskipun dilakukan dalam jumlah yang sedikit. Oleh karena itu, setiap santri hendaknya senantiasa menjaga seluruh ibadah wajib dan memperbanyak ibadah sunnah. Selain itu, santri perlu membiasakan diri membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa setiap hari. Dengan demikian, kualitas keimanan akan terus meningkat sehingga dapat dipertahankan hingga akhir hayat

Pelaksanaannya:

  • Menjaga shalat berjamaah.
  • Membaca Al-Qur’an setiap hari.
  • Berdzikir.
  • Berpuasa sunnah.
  • Berdoa.
  • Konsisten dalam seluruh amal saleh.

Dalil Al-Qur’an:

 اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ ۝٣٠

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami ialah Allah,’ kemudian mereka tetap istiqamah, maka para malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata), ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati.”(QS. Fussilat [41]: 30)

Hadis:

Rasulullah ﷺ bersabda:

 قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
“Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian beristiqamahlah.” (HR. Muslim no. 38)

Hadis lain:

 أَحَبَ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Al-Bukhari no. 6464 dan Muslim no. 783)

Penutup

Enam pasal Ikrar Santri ini membentuk karakter santri Agro Nuur El-Falah yang bertakwa, berakhlak mulia, ikhlas dalam menuntut ilmu, disiplin, produktif, serta istiqamah dalam beribadah. Nilai-nilai tersebut saling melengkapi untuk mewujudkan pribadi muslim yang berilmu, beramal, mandiri, dan bermanfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara, sejalan dengan tujuan pendidikan Islam dan pembinaan di lingkungan pesantren.

Oleh: K. Muhammad Muhibbrurrohman, S.Pd.I.

Baca Juga: Amanat Senin #1: Disiplin Bukan Karena Diawasi, tetapi Karena Kesadaran Diri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *