Minggu, 2 Agustus 2026, kegiatan Ekstrakurikuler Rebana Putri Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah kembali dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan bakat dan minat santri dalam bidang seni Islami. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 15.30–16.30 WIB ini menjadi wadah bagi santri putri untuk belajar, berlatih, serta mengembangkan kemampuan dalam memainkan seni rebana dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Dalam kegiatan ini, para santri putri mendapatkan bimbingan untuk meningkatkan kemampuan bermain rebana, mulai dari memahami pola pukulan, menjaga ketepatan irama, hingga membangun kekompakan antar pemain. Latihan dilakukan secara bertahap agar setiap santri mampu memahami perannya masing-masing dan menghasilkan lantunan rebana yang harmonis.

Pada sesi latihan kali ini, pembinaan dilakukan sesuai dengan kemampuan dan pengalaman para peserta. Bagi santri lama, kegiatan difokuskan pada penguatan dan pemantapan kembali rumus-rumus pukulan rebana yang telah diberikan sebelumnya. Para santri berlatih mengulang pola pukulan, memperbaiki ketepatan tempo, serta meningkatkan kekompakan agar permainan rebana semakin baik.

Sedangkan bagi santri baru, kegiatan diisi dengan pengenalan dasar mengenai seni rebana. Para santri mulai dikenalkan dengan alat musik rebana, dasar-dasar pukulan, pola irama, serta tata cara mengikuti latihan bersama. Melalui pengenalan tersebut, santri baru diharapkan dapat memahami dasar permainan rebana dan mampu mengikuti proses latihan secara bertahap.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang tertib, penuh semangat, dan antusias. Para santri putri mengikuti arahan dengan baik serta menunjukkan kesungguhan dalam mempelajari setiap materi yang diberikan. Selain mengasah keterampilan seni, latihan rebana juga menjadi sarana pembentukan karakter melalui nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan kekompakan.

Melalui Ekstrakurikuler Rebana Putri ini, Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah terus memberikan kesempatan kepada santri untuk mengembangkan potensi diri di bidang seni Islami. Diharapkan kegiatan ini mampu mencetak santri putri yang kreatif, percaya diri, serta mampu menjaga dan melestarikan seni rebana sebagai bagian dari tradisi Islami di lingkungan pesantren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *