SMP Dharma Lestari kembali melaksanakan ujian praktik bagi siswa kelas IX, kali ini pada mata pelajaran Seni Budaya. Ujian praktik ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas serta mengasah keterampilan menggambar yang telah dipelajari selama proses pembelajaran di kelas.

Materi yang diujikan dalam ujian praktik Seni Budaya adalah menggambar dengan menggunakan tiga teknik, yaitu dusel, arsir, dan pointilis. Ketiga teknik tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga siswa dituntut untuk memahami dan mengaplikasikan masing-masing teknik dengan baik. Teknik dusel menekankan pada gradasi dan penghalusan bayangan, teknik arsir berfokus pada garis-garis untuk membentuk dimensi, sedangkan teknik pointilis menggunakan titik-titik untuk menciptakan bentuk dan bayangan.

Selama pelaksanaan ujian praktik, siswa siswi kelas IX menunjukkan antusiasme dan semangat yang tinggi. Mereka terlihat serius dan fokus dalam menyelesaikan setiap gambar yang dikerjakan. Kreativitas serta ketelitian siswa tampak dari bagaimana mereka mengombinasikan ketiga teknik tersebut dalam satu karya yang utuh dan menarik.
Hasil yang diperoleh dari ujian praktik ini pun tergolong sangat memuaskan. Banyak karya siswa yang menunjukkan perkembangan keterampilan menggambar yang baik, baik dari segi komposisi, kerapian, maupun penerapan teknik. Hal ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran Seni Budaya di SMP Dharma Lestari mampu mengembangkan potensi seni yang dimiliki oleh para siswa.

Ujian praktik ini dinilai langsung oleh Ibu Rhosita Agustin, S.Sn. dan Bapak Slamet Marzuki. Keduanya memberikan penilaian secara objektif serta memperhatikan setiap detail dari karya yang dihasilkan siswa. Dengan bimbingan dan arahan dari para penguji, siswa dapat menampilkan hasil terbaik mereka dalam ujian praktik ini.


Secara keseluruhan, ujian praktik Seni Budaya kelas IX SMP Dharma Lestari berjalan dengan lancar dan tertib. Hasil yang memuaskan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan keterampilan mereka di bidang seni. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa seni tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai wadah penting untuk mengekspresikan diri dan mengasah kepekaan estetika siswa.