Peringatan Hari Kartini bukan sekadar perayaan simbolik, tetapi menjadi momentum refleksi atas perjuangan perempuan dalam memperoleh hak, kesempatan, dan akses pendidikan yang setara. Nilai-nilai yang diwariskan R.A. Kartini terus relevan, khususnya dalam upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Yayasan Dharma Lestari menggelar upacara peringatan Hari Kartini di halaman SMK-SPP Dharma Lestari pada Senin (20/4). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas yayasan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak dan pendidikan bagi perempuan.

Bertindak sebagai pembina upacara, Ibu Nunuk Dartini, S.Pd., M.Si., menyampaikan amanat yang menyoroti pentingnya peran perempuan dalam dunia pendidikan serta urgensi mewujudkan lingkungan akademik yang inklusif. Dalam amanatnya, beliau mengangkat tema “Gender Equality: Kesetaraan di Lingkungan Akademik dalam Mewujudkan Pendidikan Inklusif.”

Beliau menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa, khususnya melalui pendidikan. Kesetaraan gender di lingkungan akademik, menurutnya, bukan hanya tentang memberikan akses yang sama, tetapi juga memastikan setiap individu—baik laki-laki maupun perempuan—memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang dan berkontribusi.

Lebih lanjut, pendidikan inklusif menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang menghargai keberagaman. Dengan adanya kesetaraan dan inklusivitas, diharapkan seluruh peserta didik dapat merasa diterima, dihargai, dan didukung dalam mengembangkan potensi terbaiknya. Melalui peringatan Hari Kartini ini, Yayasan Dharma Lestari meneguhkan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya pendidikan yang adil, setara, dan inklusif bagi seluruh civitas yayasan. (adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *